Pengajian Kamisa* 21 Mei 2008

*Keluarga Mahasiswa Indonesia di King Saud University – Riyadh

rabu kemarin, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi MC+Moderator (alhamdulillah., setelah sekira 8 bulanan tidak menjadi MC, kesempatan itu Allah berikan juga). subhanallah, kali ini kami kedatangan Ust. Mudzoffar, Lc. dan yang tidak kalah subhanallah-nya adalah materi kajiannya; singkat namun padat tentang 4 perkara yang akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah di akherat nanti. sebelumnya, bentuk tulisan yang saya gunakan adalah bentuk ‘rekaman’ (apa yang beliau katakan-red). sehingga jika ada yang terilhat aneh, mohon dimaklumi ya!

andaikata Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan memanfaatkan hamba tersebut. bagaimana cirinya? Allah akan memberikan kemudahan baginya untuk beramal sholeh sebelum kematiannya. salah satunya adalah meringankan langkah kita untuk tholabul ‘ilmi

ini adalah kalimat pembukaan dari Ustadz, yang tentunya sudah menjadi renungan awal tersendiri bagi kita untuk menanyakan kepada diri kita sendiri: ‘mudahkah kita untuk beramal sholeh?’

kemudian, Ustadz pun melanjutkan kembali.

dari Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh Turmudzi:

tidak akan melangkah besok pada hari kiamat, sehingga dia akan ditanyai 4 perkara

dari sini, beliau menjelaskan bahwa muara dari kehidupan adalah tanggung jawab. ya, tanggung jawab dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala. paling tidak, secara pribadi, ada 4 hal yang akan dipertanggungjawabkan:

1. Umurnya; dimanakah dipergunakan

setiap detik yang kita lalui mempunyai 2 sisi: positif – ketika kita menggunakannya untuk berbuat kebaikan, dan negatif – ketika kesempatan tersebut terlewatkan dengan sia-sia, apalagi dengan kemaksiatan. Umur ini adalah karunia, oleh karena itu ketika digunakan untuk keburukan, maka karunia ini akan menjadi beban bagi orang tersebut. Bahkan dalam 1 detik, seseorang pun bisa menjadi kufur..

dalam suatu riwayat, ada orang yang rajin beribadah, rajin berdakwah, yang bertetangga dengan orang yang sering bermaksiat. Tetangganya ini pun terus didakwahinya namun tidak ada respon positif darinya. Hingga akhirnya ia berkata ‘demi Allah, dosa-dosamu tidak akan diampuni!’

dari abu hurairah, bahwasanya dalam waktu singkat, seseorang pun bisa menjadi kufur sebagaimana riwayat diatas, karena di hari akherat nanti Allah akan bertanya, siapa yang mengatakan Aku tidak akan mengampuni dosa seorang hamba-Ku?

Maka kita pun harus senantiasa memperhatikan umur yang Allah berikan kepada kita ini, agar kategori manusia terbaik, yakni panjang umurnya dan baik amalnya bisa kita dapatkan. Jangan sampai umur kita panjang namun buruk amalnya, yaitu kategori sebaliknya; manusia terburuk.

Dengan waktu yang terbatas ini, maka mengapa kita tidak menggunakan konsep MLM dalam beramal sholeh? Karena setiap kita mengajak orang pada kebaikan, maka kitapun akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakan kebaikan tersebut, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.

Sebaliknya ikhwah fillah, jangan sampai kita tertidur lelap di malam hari, tapi kita tidak sadar bahwa kita sedang berdosa. Misalkan kita membuat vcd maksiat, yang kemudian digandakan oleh teman kita, dan digandakan lagi oleh temannya. Ingatlah, ‘barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, dia akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengikutinya’

2. Masa Mudanya

Pikiran, kekuatan jasmani, dan kekuatan jasmani pada masa muda kita. Kemana semua ini dibawa? Kepada kebaikan atau keburukan?

Manusia tentunya berbeda dengan kucing yang ketika meninggal maka perkaranya selesai. Namun manusia akan mendapatkan balasan sesuai dengan kebaikannya atau keburukannya. Pada akhirnya, semua akan ditanyakan dengan detail oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

3. Badannya

Dimanakah badan ini digunakan? Persendian kita yang kurang lebih 350 buah, mata, telinga; berapa banyak darah yang dialirkan? Juga, berapa banyak oksigen yang kita hirup? Maka semuanya adalah hal yang luar biasa.. Jikalau Allah Subhanahu Wata’ala meminta ’sewa’ atas badan kita, berapa rupiah yang harus kita bayar sehari?

Maka ikhwah fillah, seharusnya kita malu…, Allah telah memberikan kita nikmat sedemikian rupa, tetapi kita gunakan untuk kemaksiatan. Allah Maha Tahu, dalam terang maupun gelap., maka jangan sampai kita tetap bermaksiat dengan nikmatnya!

kallaa innal insaana layathghoo [ketahuilah! sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas]

arroaahustaghnaa [karena dia melihat dirinya serba cukup]

firman Allah dalam surat Al-‘Alaq ini mengingatkan fitrah manusia yang memang cenderung untuk melampaui batas, dengan merasa lebih. Oleh karena itu, kita harus saling mengingatkan dalam setiap kesempatan. Karena kesalahan pasti dibalas dengan keburukan (lagi), dan kebaikan pasti dibalas dengan kebaikan (lagi).

Maka kita bisa bertanya, berapa dosa orang-orang yang memamerkan tubuhnya, yang kemudian dilihat oleh jutaan orang? Na’udzubillah..

Maka berdoalah kepada Allah, agar diberikan kemudahan dalam beramal sholeh.

Rasulullah Shalallahu ’alaihi wassalam bersabda: orang akan ditanya tentang hartanya, darimana dia dapatkan, dan kemana disalurkan?

Harta pada hakekatnya bukanlah milik kita. Ia hanyalah perantara; sebuah fasilitas. Yang hakiki memilikinya adalah Allah. ‘min aina tasabahu?’

Penyalurannya pun harus diperhatikan, karena ada yang hartanya halal, namun penyalurannya haram. Apalagi kalau hartanya juga haram…. Maka sampai air mani-pun akan haram jadinya! Bahkan tubuh kita pun sebenarnya tidak akan rela dengan hal ini. Karena sesuatu yang tumbuh dari yang haram, maka neraka itu lebih berhak atasnya…

4. Ilmunya

Ada yang memiliki ilmu syar’i tapi tidak diamalkan., ada yang memiliki ilmu lainnya, namun digunakan untuk bermaksiat. Ilmu yang ada, pada hakekatnya adalah pemberian dari Allah Subhanahu Wata’ala. dan itu adalah nikmat yang besar.

Jangan sampai ilmu yang kita miliki hanya untuk ilmu yang lain saja, atau ilmu untuk kerja saja. Tapi ilmu yang kita miliki, haruslah bisa mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Wallahu’alam bishowab.

>>kamisa kemarin juga diisi dengan agenda pemilihan pengurus baru. semoga amanah sebagai bendahara bisa saya jalankan dengan seoptimal mungkin. dan tentunya, dapat dipertanggungjawabkan dihadapan anggota kamisa., dan Allah Subhanahu Wata’ala kelak di kemudian hari..

1 Comment

Filed under Dakwah, KSU-Riyadh-Arab

One response to “Pengajian Kamisa* 21 Mei 2008

  1. si tampan

    Teman2, papi sekarang jadi bendahara Kamisa lho
    selamat ya, pap
    memang orang yang berada di kasta pemanggang roti sepertimu memang cocok megang duit
    hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s