Tidak disini… Tidak disana…

ketika saya baru beberapa bulan berada di Riyadh., hmm., sepertinya 2 bulan-an gitu., saya mendapatkan kesempatan melakukan conference dengan rekan-rekan alumni teknik material yang berada di berbagai belahan dunia (ehm., promosi nih ceritanya.. :D). untuk saya yang ada di Riyadh, Arab Saudi ini, pertanyaan ‘klise’ yang sering diajukan adalah ‘bagaimana rasanya daging unta?’ atau ‘udah dapet cewe arab belum?’  :mrgreen: namun dibalik diskusi kami, ada sebuah pernyataan yang seringkali menyesakkan hati: ‘kem, gimana nih di Saudi, masa ada TKW yang dieksekusi mati/disiksa majikan?’ (dan pernyataan sejenis yang berkaitan dengan kondisi TKW Indonesia disini).

tidak bisa dipungkiri, bahwasanya saya kini berada di negeri sejuta harap bagi para tenaga kerja kita, khususnya TKW.  harapan untuk bisa memperbaiki ekonomi keluarga,  harapan untuk bisa hidup lebih sejahtera,  serta harapan untuk masa depan yang lebih baik.  tapi apa daya, ternyata jalan yang terhampar bukanlah jalan dengan karpet merah yang penuh kenikmatan sebagaimana yang mereka bayangkan. bahkan, seringkali jalannya penuh dengan onak, duri, dan air mata. dan nampaknya, wajah per-TKW-an akan tetap seperti ini, jika tidak ada perubahan yang signifikan dalam dunia tenaga kerja kita.

mas Halimi Zuhdy, teman saya di KSU, sampai membuatkan sebuah puisi khusus untuk para TKW ini. bisa dilihat disini.

dan kenapa saya memposting tulisan ini, karena semalam dan tadi pagi, ketika saya membuka dua link media, keduanya memberikan berita tentang TKW ini.
berita TKW di luar negeri (klik disini) 
berita TKW di dalam negeri (klik disini)

heran, tidak disini… tidak disana… berita yang menyesakkan dada itu terus terdengar. satu hal yang perlu direnungkan, kondisi buruk yang dialami saudara kita di Saudi, juga terjadi di negeri kita sendiri! barangkali, intensitas pemberitaan yang minim dari media massa kita, telah membawa kita pada persepsi ‘jahatnya majikan di luar negeri’ namun melupakan ‘jahatnya majikan di negeri sendiri’. jadi, sebelum kita melakukan penilaian untuk orang lain, buat pembaca yang ada pembantu di rumahnya, mari kita perhatikan kembali si mbok atau bibi pembantu yang ada di rumah kita. sudahkah kita berlaku adil dan baik terhadapnya?

terakhir, tulisan ini juga teringat akan adanya blog indotkw, yang memberikan informasi tentang per-TKW-an di Jazirah Arab, khususnya di Saudi. bisa diakses disini atau dengan mengklik ‘indo TKW’ di kolom blog tetangga.

9 Comments

Filed under KSU-Riyadh-Arab, Opini

9 responses to “Tidak disini… Tidak disana…

  1. dapet beasiswa KSU ya akh…?…barakallahufiik..

  2. iya, Allah yubarik fik…

  3. Nice Blog Mas, it’s Antum banget lah. Hmm, kalau kata Dr. M apa coba ? Begini, ” Working hard, taking risk, is’nt part of their ( Malay) culture!”. Nah lho, ini orang yang bikin proyek NEP di Malaysia, faktanya bilang seperti ini.

    Bangsa terjajah, yang bahkan, saat “mengaku” sudah merdeka dari penjajahan pun, realitanya masih suka menjajahkan diri sendiri ( halah, ini istilah opo to ?….)

    Jadi, rencananya, saya sedang “belajar menjadi” penjajah nih Akh, karena kita tidak akan pernah menjadi penjajah sebelum bisa berpikiran bahwa peluang untuk menjadi “penjajah” dan “terjajah” sebenarnya, adalah sama ( wuakakakakaakaaaaa…Hus, gak sopan!!)

    Tentang blog saya yang jarang diupdate dan norak pisan itu, jadi, gimana ya ? It’s so difficult and hard for me to express my mind ! Bah! Even for six years in pharmacy faculty- how imbicile I am-, I can’t get good adaptation with “the pharmacy community”- especially girls community- is definitely not my habitat….

    So, kalau blog itu isinya angka, tabel, gambar, dan foto saya, that’s me ( kelihatan kalau narsisnya minta diganyang, waduuuh..Hahahaha), itulah saya, dan silakan ditafsirkan- Intinya Akh, saya gak bisa mengekspresikan perasaan, plis dong ah!-

    Tentang Sorong, ya setidaknya setelah running my dream with my own company and my own achievement, kelihatan mirip judul novel ini loh ” Anak Penyamun di Sarang Perawan” beuuuh…Kelihatan aslinya ya ? Hehehehe….Oke dah, kapan diskusi.Sebagai calon penjajah, ayo ayo saja

    – Istighfar Akhi, istighfar….-

    NB : Pernah sok mau bikin blog yang bisa humanis, sentimentil, dan penuh perasaan, jadinya setelah jadi saya ngomong sendiri, ” Hah Galih, kau pembohong besar nggak bangeeet.”, Hahahahaha…Sudahlah, inilah saya apa adanya saya

  4. Nambah, emangnya unta bisa disate ya ? Minta dong ? Kalau sampeyan bawa ke Indonesia, itu namanya “Penyeleundupan Sate Unta ” bukan ? Kalau memang penyelundupan, bisa dicoba itu Akh, siapa tahu Antum ketangkep beneran ! Kan nggak keren banget tuh…Ditangkep dari Arab, bukan karena disangka teroris, tapi nyelundupin sate unta. Dijamin masuk kolom humor dah…

    Hehehe, damai…

  5. betul akh Galih., masih banyak yang ‘kepingin’ dijajah. tentu saja, because of that ‘precious’ thing: money!

    jadi, kalau kita bisa cerdas dan memiliki banyak uang., mari kita lakukan ‘penjajahan’ yang syar’i🙂 hehe., mensejahterakan banyak orang maksudnye..

    nyelundupin sate unta mah kagak bakal ditangkep.. pan tinggal ke kampung arab juga ade..
    kalau nyelundupin pasir dari gurun rub al-khali.. nah, ini die nih yang bermasalah.. tapi ente mau ga makan pasir gurun?:mrgreen:

    jadi, kapan main kesini?😛

  6. mad’u di JB juga banyakan TKI lho ..🙂
    subhanallah semangat mereka untuk cari ilmu dan berubah.. bikin terharu…
    tapi memang yang belum tersentuh sampai sekarang adalah PRT…
    Soalnya kan akses mereka keluar sulit, harus seijin majikan, mau ngaji juga sulit… jadi paling untouchable d….
    Kalo di arab PRT semua ya? gak ada yang kerja di pabrik?

  7. hoo., memang subhanallah ya mereka itu. jadi sering malu melihat kita yang seringkali ‘seadanya’ ini… T_T

    betul, PRT memang yang paling sulit TehMil., lha tembok rumah disini aja tebel2 dan tinggi2… harusnya udah ngaji duluan sebelum diberangkatkan teh.. (atau sekalian ga usah diberangkatkan!) ^^

    banyak TehMil yang di pabrik… insyaAllah yang ini lebih banyak tergarap (tapi terkadang, jauh2 pabriknya, sulit dijangkau juga..).

    jadi tidak semua PRT, TehMil. ada juga PLD (Pembantu Laboratorium Departemen) .. seperti saya ini..😀

  8. SEDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDIH DEH!!!!hikz hikz hikz…..

    kesian para TKW itu,sodara2 kita yang kurang beruntung,yang rela menjadi pekerja buat orang asing,,semoga allah melimpahkan rahmat nya bagi mereka dan kita semua,aminnnn

  9. PLD… hahaha… ah sukem ini
    Btw, memang kita yang ada di zona nyaman ~dalam definisi apapun~ ini harus banyak mengambil hikmah dari mereka-mereka yang harus menjalani proses tarbiyahnya dalam kondisi terhimpit. jadi inget juga sama cerita FLP hongkong yang katanya dibentuk kebanyakan oleh mereka2 yang kerja sebagai PRT. Pulang ke indonesia, mereka beneran jadi penulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s