Sampai Kapan?

bolco10 TNI-AD

menyimak streaming video dari salah satu stasiun tv swasta Indonesia beberapa hari yang lalu, hati ini kembali berduka oleh peristiwa jatuhnya helikopter Bolco TNI-AD di Cianjur. spekulasi terhadap penyebab jatuhnya helikopter ini pun bermunculan. Mulai dari cuaca buruk hingga satu hal yang saat ini sedang hangat-hangatnya diperbincangkan: anggaran operasional.

sebelumnya, masih tersimpan dalam pikiran kita peristiwa jatuhnya pesawat Hercules TNI-AU di Magetan, Jawa Timur yang belum tuntas penyelidikannya. lalu, pernahkah bertanya: ‘kok sering banget ya akhir-akhir ini?’ atau ‘kok bisa terjadi lagi?’ atau pertanyaan-pertanyaan lain yang bernada serupa.. ataukah karena frekuensinya yang terlalu dekat sehingga saya sebutkan ‘sering?’

well, lihatlah screen-shot berikut untuk memberikan penilaian dari anda sendiri..

kecelakaan TNI 08-09_1

ini adalah tabel pertama kecelakaan yang dialami armada TNI selama kurun waktu Januari 2008- Juni 2009 (sekitar 1.5 tahun). mungkin banyak yang sudah melupakan peristiwa tersebut, at least, saya sendiri sudah lupa akan peristiwa kecelakaan diatas.

tabel kedua berikut, sangat mungkin sekali masih membekas dalam ingatan kita:

kecelakaan TNI 08-09_2

sebagai warga kota Bandung, yang sering ‘nongkrong’ di jalan lingkar bandara Husein Sastranegara setelah mabit atau i’tikaf di masjid Habiburrahman PT.DI., pasti dapat membayangkan dengan jelas, gambaran kecelakaan yang menimpa pesawat Fokker 27 tersebut. seingat saya, cuaca buruk juga menyelimuti bandara Husein Sastranegara kala itu. kerugian finansial sudah tidak perlu dibicarakan lagi., namun ketika sebagian besar prajurit yang tewas adalah anggota paskhas TNI-AU, kerugian itu menjadi bertambah besar. kita kehilangan investasi sumber daya..

selang 1 bulan lebih 14 hari, pesawat angkut TNI-AU jenis Hercules C-130 rute Halim-Iswahyudi menyusul ‘adiknya’ Fokker 27 mengalami kecelakaan. kali ini tidak ada cuaca buruk, seingat saya (mohon dikoreksi jika salah). tapi penyebabnya apa, hingga kini belum diketahui. it will remain as a mystery, I guess. jika di kecelakaan sebelumnya tidak ada pati (perwira tinggi) yang ikut tewas, maka kali ini Marsekal Pertama Harsono menjadi salah satu daftar penumpang yang meninggal. lagi, kita kehilangan investasi yang sangat berharga..

101 korban yang tewas merupakan sebuah angka yang fantastis dan menjadi buah bibir banyak kalangan. terlebih, banyak korban sipil yang tercatat didalamnya sebagai penumpang. saya sendiri sebenarnya ‘melamar’ untuk menjadi salah seorang penumpang pesawat ini setahun silam, di saat libur musim panas tahun 2008 lalu. awalnya, saya mendapatkan informasi ini dari teman sekamar saya di KSU yang merupakan warga Madiun. ‘Ada pesawat Hercules dari Halim ke Iswahyudi, tiap pekan ada tapi jadwalnya gak pasti’, sahutnya. Lalu informasi ini saya coba telusuri ke rekan satu angkatan jaman SMA dulu, yang kini bergabung dengan TNI-AU. darinya, ternyata memang memungkinkan orang sipil untuk ‘ikut’ pesawat angkut logistik tersebut. Qadarallah, saya belum berkesempatan untuk masuk kedalam list penumpangnya. dan dengan kejadian ini, saya berpikir ulang untuk menaikinya.

dan yang masih fresh from the oven, adalah kecelakaan helikopter Bolco 8 Juni 2009 alias 3 hari yang lalu. seorang pamen (perwira menengah) juga ikut menjadi korban didalamnya: Kolonel Ricky Samuel. cuaca buruk kembali menemani peristiwa naas ini.

jadi, berapakah total ‘investasi sumber daya’ kita dari TNI yang hilang 1.5 tahun terakhir ini:

148 prajurit lho!!

yup. 148 orang tewas. what a number!

setidaknya, ada beberapa alasan saya ingin menulis hal ini:

  • sebagian besar korban yang tewas dari kalangan militer, dilepaskan ke liang lahat dengan upacara militer. ada yang namanya ‘tembakan salvo’ ketika jenazah sudah dimasukkan kedalam kuburnya. tak syak, saya selalu dibuat ‘merinding’ oleh tembakan ini. Entah mengapa, pikiran saya melayang kepada sebuah ‘penurunan nilai heroisme‘. maksudnya, jika dulu para prajurit kita ‘gugur’ – dan diberikan penghormatan oleh tembakan salvo tadi, maka ketika akhir-akhir ini tembakan itu diberikan-maaf; kepada prajurit kita yang ‘tewas’ karena kecelakaan.. sepertinya saya kehilangan rasa ‘heroisme‘ tersebut.
  • setiap ada kecelakaan di kalangan TNI, hati ini selalu bertanya-tanya: adakah alumni SMA saya (Taruna Nusantara-red) yang ikut menjadi korban didalamnya? setidaknya, saya selalu bertanya dalam hati: adakah rekan satu angkatan saya-angkatan IX, didalamnya?
  • ya, rekan saya, lebih tepatnya tetangga seberang kamar saya di graha (asrama) kelas 3 SMA, yang bergabung ke jajaran TNI-AU telah menjadi salah satu korbannya, 23 Juli 2007 silam. saat itu, Eli sedang menggunakan pesawat jenis OV-10 Bronco. kalau mau baca beritanya silahkan klik disini.
  • udah banyak banget kecelakaan dunia penerbangan tni (tentunya, bil khusus TNI AU). oh ya, ada blogger yang sudah membuat list ‘kelamnya’ dunia penerbangan tni-au disini.
  • sebagai seorang muslim, tentunya saya sangat meyakini bahwa semua makhluk akan menghadapi apa yang namanya maut/kematian sebagai salah satu janji Allah Subhanahu wa Ta’ala. dimanapun itu, kapanpun itu, jika memang sudah saatnya, tidak ada yang dapat memperlambatnya. dan juga, tidak ada yang dapat mempercepatnya. sebagian besar kecelakaan yang terjadi, sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca yang buruk. menyimpang sedikit ke peristiwa jatuhnya pesawat Air France 447 Rio de Janiero – Paris. pesawat Airbus A330 merupakan salah satu pesawat dengan safety record yang sangat baik, dan maskapai Air France juga termasuk kedalam maskapai bintang 4 versi skytrax. Namun ketika Allah sudah berkehendak, maka pesawat tersebut pada akhirnya bisa jatuh juga.
  • Berkaca pada berita yang dirilis di berbagai media, bahwa ada unsur ‘teknis‘ yang tidak dipenuhi, atau bahkan ada unsur ‘korupsi‘..

Kapankah kita bisa mengatakan dengan YAKIN bahwa kecelakaan-kecelakaan tersebut adalah: sudah merupakan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala?

2 Comments

Filed under TNI

2 responses to “Sampai Kapan?

  1. Abdullah

    sibuk tesis……masih sempat2nya…… nulis,,,,

    tesis dan nge-blog kan disitu persamaannya: sama-sama NULIS🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s