Category Archives: Puisi

Menanti Pelangi

Ketika diri ini memutuskan untuk pergi.,
Ada satu tanya dalam hati..
Akankah kutemui pelangi?

Bulan-bulan awal disini..
Jangankan pelangi.,
Karena semua energi telah habis untuk registrasi, administrasi..
Dan beradaptasi..

Ketika diri ingin mencari..
Undangan dari Allah untuk berhaji telah menanti
Segala konsentrasi dikerahkan untuk persiapan diri
Memenuhi panggilan suci..
Pelangi..? ah.., mungkin hanya dalam mimpi..

Tetapi..
Awan tak bisa menipu diri
Ia dating dari penjuru negeri
Membawa secercah harap akan datangnya pelangi
Dengan curahan air hujan yang dimiliki
Tapi, mungkinkah itu terjadi?

Heiā€¦
Malam ini, hujan turun disini!
Bahkan keesokannya, dan hari berikutnya lagi!
Tapi malam hari..
Bagaimana mungkin ku melihat pelangi?
Karena tak ada cahaya mentari yang menemani..

Musim pun telah berganti
Awan-awan hanya sesekali menghampiri
Awan pecah (broken clouds) sudi menemani di pagi hari
Awan segaris menyapaku di siang hari
Dan tak ada awan di sore hari..

Kini kusadari..
Pelangi belum bisa hadir disini

Advertisements

16 Comments

Filed under Puisi

keharuman khas fajr

Keharumanmu begitu khas..

Kau hanya kutemukan saat mentari belum bersinar.,

ketika manusia berlomba untuk menjawab seruan-Nya..

tapi engkau sangatlah terbatas..

ditengah tiupan atmosfir gurun.,

pasir-pasir halus turut serta berkelana bersama tiupan angin

dan memberikan keharuman yang khas..

ya., inilah harum yang kebanyakan kurasakan

tapi, tetap kumerindu harum yang terbatas itu..

jangan..

jangan paksa aku untuk melupakan harummu..

walaupun dirimu terbatas.,

darimu kudapatkan semangat untuk menjalani kehidupan hari ini

[Riyadh, ba’da sholat fajr (subuh-red) berjamaah]

11 Comments

Filed under Puisi